Sabtu, 01 Maret 2014

“Belajar Bukan Hanya Mengisi Tapi Menggali Potensi Diri”




            Usia muda memang harus energik. Betapa tidak, hanya usia muda yang mempunyai fisik kuat dan mumpuni. Usia muda memungkinkan mobilitas tinggi relatif tanpa kendala. Saat SMA, semangat tersebut diperlukan untuk memulai aktualisasi diri. Saat mahasiswa, idealisme mulai terbangun beriringan dengan pembelajaran dan kedalaman pemikiran. Saat awal-awal menikah, semangat dan idealisme diarahkan dan dikonsolidasikan dengan pasangan hidup untuk menata masa depan menuju keberkahan. Di saat usia empat puluhan, beberapa orang dengan semangat usia muda masih saja trengginas. Namun yang seperti ini tidak banyak. Kendala mobilitas dan idealisme mulai menurun karena memiliki pertimbangan lebih komplek, misalnya faktor kesehatan, anak, dan alasan waktu.
            Bagaimana mengisi usia muda? Apakah dengan nongkrong di pinggir jalan dengan ngopi capucino? Apakah cuma jalan-jalan menghabiskan waktu di jalan? Dengan main game berlama-lama di depan komputer? Main handphone, sms, chating, atau BB-an menghabiskan pulsa? Atau hanya males-malesan tanpa hasrat mengelola waktu?  Sungguh sayang kalau hanya demikian.  Namun jangan kaget, pemandangan tersebut begitu mudah ditemukan pada segala umur.
Jangan takut untuk belajar pada usia muda.  Manfaatkan waktu untuk belajar.  Disiplinlah untuk belajar.  Jangan takut dan mudah menyerah.  Wajar ada rasa bosan, lelah, jengkel  dan marah ketika menemui kendala dan kesulitan.  Setelah itu segera duduk untuk memulai belajar.  Gunakan kaki untuk melangkah ke perpustakaan dan toko buku.  Manfaatkan mata untuk membaca, mengaji, dan menyimak.  Manfaatkan pendengaran secara positif, jauhi ghibah.  Gunakan tangan untuk mencatat, mencatat, menulis dan menulis.  Batasi pembicaraan dari yang tidak perlu.  Wahai para usia muda, tetaplah energik dan semangat.  Bangsa ini membutuhkan kiprahmu. Orang-orang besar dan berpengaruh di dunia, tertempa ilmu, suka membaca dan belajar di usia muda.  Lihat Pangeran Diponegoro, Bung Karno, Jendral Sudirman, dan Supriyadi. Kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi yang  mudah diperdebatkan.  Dan jangan terjebak dengan itu.  Terus melangkah sebelum menemukan kesulitan itu memang sulit.   Jangan berpuas diri sebelum menemukan kemudahan itu memang mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar