Usia muda memang harus energik.
Betapa tidak, hanya usia muda yang mempunyai fisik kuat dan mumpuni. Usia muda
memungkinkan mobilitas tinggi relatif tanpa kendala. Saat SMA, semangat
tersebut diperlukan untuk memulai aktualisasi diri. Saat mahasiswa,
idealisme mulai terbangun beriringan dengan pembelajaran dan kedalaman
pemikiran. Saat awal-awal menikah, semangat dan idealisme diarahkan dan
dikonsolidasikan dengan pasangan hidup untuk menata masa depan menuju
keberkahan. Di saat usia empat puluhan, beberapa orang dengan semangat usia
muda masih saja trengginas. Namun yang seperti ini tidak banyak. Kendala
mobilitas dan idealisme mulai menurun karena memiliki pertimbangan lebih
komplek, misalnya faktor kesehatan, anak, dan alasan waktu.
Bagaimana mengisi usia muda? Apakah
dengan nongkrong di pinggir jalan dengan ngopi capucino? Apakah cuma
jalan-jalan menghabiskan waktu di jalan? Dengan main game berlama-lama di depan
komputer? Main handphone, sms, chating, atau BB-an menghabiskan pulsa? Atau
hanya males-malesan tanpa hasrat mengelola waktu? Sungguh sayang kalau
hanya demikian. Namun jangan kaget, pemandangan tersebut begitu mudah
ditemukan pada segala umur.
Jangan
takut untuk belajar pada usia muda. Manfaatkan waktu untuk belajar.
Disiplinlah untuk belajar. Jangan takut dan mudah menyerah. Wajar
ada rasa bosan, lelah, jengkel dan marah ketika menemui kendala dan
kesulitan. Setelah itu segera duduk untuk memulai belajar. Gunakan
kaki untuk melangkah ke perpustakaan dan toko buku. Manfaatkan mata untuk
membaca, mengaji, dan menyimak. Manfaatkan pendengaran secara positif,
jauhi ghibah. Gunakan tangan untuk mencatat, mencatat, menulis dan
menulis. Batasi pembicaraan dari yang tidak perlu. Wahai para usia
muda, tetaplah energik dan semangat. Bangsa ini membutuhkan kiprahmu.
Orang-orang besar dan berpengaruh di dunia, tertempa ilmu, suka membaca dan
belajar di usia muda. Lihat Pangeran Diponegoro, Bung Karno, Jendral
Sudirman, dan Supriyadi. Kesulitan dan kemudahan adalah dua sisi yang
mudah diperdebatkan. Dan jangan terjebak dengan itu. Terus
melangkah sebelum menemukan kesulitan itu memang sulit. Jangan
berpuas diri sebelum menemukan kemudahan itu memang mudah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar